Wednesday, October 30, 2013

CONTOH DAN PANDUAN LENGKAP DALAM MEMBERIKAN PENILAIAN KURIKULUM 2013

PANDUAN DALAM MEMBERIKAN PENILAIAN
KURIKULUM 2013


Dimensi
Kualifikasi Kemampuan
Sikap
Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap   orang beriman, berakhlak mulia, berilmu, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
Pengetahuan
Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab serta dampak fenomena dan kejadian.
Keterampilan
Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sebagai pengembangan dari yang dipelajari di sekolah secara mandiri.

CONTOH DALAM MELAKUKAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM 2013
(MATEKAMTIKA)

Penilaian Hasil Belajar

1.    Penilaian Sikap                     : Teknik Non Tes Bentuk Pengamatan sikap dalam pembelajaran
2.    Penilaian Pengetahuan         : Teknik Tes Bentuk Tertulis Uraian
3.    Penilaian Ketrampilan          : Teknik Non Tes Bentuk Penugasan



1.       Prosedur Penilaian:
No
Aspek yang dinilai
Teknik Penilaian
Waktu Penilaian
1.
Sikap
a.       Terlibat aktif dalam pembelajaran matrik.
b.      Bekerjasama dalam menyelesaikan soal.
c.       Toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif.
Pengamatan
Selama pembelajaran  berlangsung



2.
Pengetahuan
a.       Menjelaskan kembali pengertian  matrik
b.Menerapkan konsep matrik untuk mengetahui jenis-jenis matrik dan transpos matrik


Pengamatan dan tes

Penyelesaian tugas individu
3.

Keterampilan
a.       Terampil menerapkan konsep matrik untuk menyelesaikan soal-soal yang ada kaitanya dengan operasi matrik dan kesamaan matrik
b.      Dengan memberikan beberapa langkah cara menentukan determinan dan invers matrik ordo 2x2 di harapkan siswa mampu menyelesaikan soal
c.       Dengan bimbingan guru siswa dapat menentukan nilai penyelesaian sistem persamaan linier dua variabel dengan menggunakan matrik

 Tes tulis



Tes tulis




Tes tulis

Penyelesaian tugas  secara individu


Tugas





Tugas





LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN SIKAP

Mata Pelajaran            : Matematika
Kelas/Semester            : X/1
Tahun Pelajaran           : 2013/2014
Waktu Pengamatan     :
Indikator sikap aktif dalam pembelajaran operasi matriks :
1.      Kurang baik jika menunjukkan sama sekali tidak ambil bagian dalam pembelajaran
2.      Baik jika menunjukkan sudah ada  usaha ambil bagian dalam pembelajaran  tetapi belum ajeg/konsisten
3.      Sangat baik jika menunjukkan sudah ambil bagian  dalam menyelesaikan tugas kelompok  secara terus menerus dan ajeg/konsisten

Indikator sikap bekerjasama dalam kegiatan kelompok.
1.      Kurang baik jika sama sekali tidak berusaha untuk bekerjasama dalam kegiatan kelompok.
2.      Baik jika menunjukkan sudah ada  usaha untuk bekerjasama dalam kegiatan kelompok tetapi masih belum ajeg/konsisten. 
3.      Sangat baik jika menunjukkan adanya  usaha bekerjasama dalam kegiatan kelompok secara terus menerus dan ajeg/konsisten.

Indikator sikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif.
1.      Kurang baik jika sama sekali tidak bersikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif.
2.      Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif tetapi masuih belum ajeg/konsisten.
3.      Sangat baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif secara terus menerus dan ajeg/konsisten.
Bubuhkan tanda √ pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.
No
Nama Siswa
Sikap
Aktif
Bekerjasama
Toleran


KB
B
SB
KB
B
SB
KB
B
SB
1










2










3










4










5












Keterangan:
KB      : Kurang baik 
B         : Baik
SB       : Sangat baik



LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN KETERAMPILAN
Mata Pelajaran            : Matematika
Kelas/Semester            : X/1
Tahun Pelajaran           : 2013/2014
Waktu Pengamatan     :
Indikator terampil menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan operasi matriks :
1.      Kurang terampil jika sama sekali tidak dapat menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan operasi matriks
2.      Terampil jika menunjukkan sudah ada  usaha untuk menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan operasi matriks tetapi belum tepat.
3.      Sangat terampill, jika menunjukkan adanya  usaha untuk menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan operasi matriks dan sudah tepat.
Bubuhkan tanda √ pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.
No
Nama Siswa
Keterampilan
Menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah
KT
T
ST
1




2




3




4




5




6




7




8




9




10





Keterangan:
KT       : Kurang terampil ( 0 – 49 }
T          : Terampil  { 50 – 79 }           
ST        : Sangat terampil { 80 – 100 }



PETUNJUK TEKNIS PENGELOLAAN PENILAIAN
Penilaian setiap mata pelajaran meliputi kompetensi pengetahuan, kompetensi keterampilan, dan kompetensi sikap. Kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilan menggunakan skala 1–4 (kelipatan 0.33), yang dapat dikonversi ke dalam Predikat A - D sedangkan kompetensi sikap menggunakan skala Sangat Baik (SB), Baik (B), Cukup (C), dan Kurang (K), seperti pada Tabel 1 di bawah ini.
Tabel 1 : Konversi Kompetensi Pengetahuan, Keterampilan, dan Sikap
PREDIKAT
NILAI KOMPETENSI
PENGETAHUAN
KETERAMPILAN
SIKAP
A
4
4
SB
A-
3.66
3.66
B+
3.33
3.33
B
B
3
3
B-
2.66
2.66
C+
2.33
2.33
C
C
2
2
C-
1.66
1.66
D+
1.33
1.33
K
D
1
1

     
Penilaian yang dilakukan untuk mengisi laporan hasil belajar  ada 3 (tiga) macam, yaitu:
1.      Penilaian Kompetensi Pengetahuan
a.    Penilaian Kompetensi Pengetahuan dilakukan oleh Guru Mata Pelajaran (Pendidik)
b.    Penilaian Pengetahuan terdiri atas:
1)      Nilai Harian (NH)
2)      Nilai Ulangan Tengah Semester (UTS)
3)      Nilai Ulangan Akhir Semester (UAS)
c.    Nilai Harian (NH) diperoleh dari hasil ulangan harian yang terdiri dari: tes tulis, tes lisan, dan penugasan yang dilaksanakan pada setiap akhir pembelajaran satu Kompetensi Dasar (KD).
d.   Nilai Ulangan Tengah Semester (NUTS) diperoleh dari hasil tes tulis yang dilaksanakan pada tengah semester. Materi Ulangan Tengah Semester mencakup seluruh kompetensi yang telah dibelajarkan sampai dengan saat pelaksanaan UTS.
e.    Nilai Ulangan Akhir Semester (NUAS) diperoleh dari hasil tes tulis yang dilaksanakan di akhir semester. Materi UAS mencakup seluruh kompetensi pada semester tersebut.
f.     Penghitungan Nilai Pengetahuan diperoleh dari rata-rata Nilai Proses (NP), Ulangan Tengah Semester (UTS), Ulangan Akhir Semester (UAS)/Ulangan Kenaikan Kelas (UKK) yang bobotnya ditentukan oleh satuan pendidikan.
g.    Penilaian Kompetensi pengetahuan dapat menggunakan  rentang nilai seperti pada tabel 2 untuk membantu guru dalam menentukan nilai.
Tabel 2 : Rentang Nilai Kompetensi Pengetahuan
No.
Nilai
Predikat
1
0,00   ˂     Nilai     ≤     1,00
D.
2
1,00   ˂      Nilai     ≤     1,33
D+
3
1,33   ˂      Nilai     ≤     1,66
C-.
4
1,66   ˂      Nilai     ≤     2,00
C
5
 2,00   ˂      Nilai     ≤     2,33
C+
6
2,33   ˂      Nilai     ≤     2,66
B-
7
2,66   ˂      Nilai     ≤     3,00
B
8
3,00   ˂      Nilai     ≤     3,33
B+
9
3,33    ˂      Nilai     ≤     3,66
A-
10
3,66    ˂      Nilai     ≤     4,00
A

h.    Penghitungan Nilai Pengetahuan adalah dengan cara :
1)      Menggunakan skala nilai 0 sd 100.
2)      Menetapkan pembobotan dan rumus.
3)      Penetapan bobot nilai ditetapkan oleh satuan pendidikan dengan mempertimbangkan karakteristik sekolah dan peserta didik.
4)      Nilai harian disarankan untuk diberi bobot lebih besar dari pada UTS dan UAS karena lebih mencerminkan perkembangan pencapaian kompetensi peserta didik.

5)      Rumus:
6)      Contoh : Pembobotan  2 : 1 : 1 untuk NH : NUTS : NUAS  (jumlah perbandingan pembobotan = 4
Siswa A memperoleh nilai pada Mata Pelajaran Agama dan Budi pekerti sebagai berikut:
NH                     = 70,
NUTS                = 60,
NUAS                = 80
Nilai Rapor        = {(2x70)+(1x60)+(1x80)} : 4
= (140+60+80) : 4
= 280: 4
Nilai Rapor        = 70
Nilai Konversi    =  (70 :100)  x 4 = 2,8  = Baik
Deskripsi           = sudah menguasai seluruh kompetensi dengan baik namun masih perlu peningkatan dalam  .... ( dilihat dari Nilai Harian yang kurang baik atau pengamatan dalam penilaian proses ).
2.      Penilaian Keterampilan
a.    Penilaian Keterampilan dilakukan oleh Guru Mata Pelajaran (Pendidik).
b.   Penilaian Keterampilan diperoleh melalui penilaian kinerja yang terdiri atas:
1)      Nilai Praktik
2)      Nilai Portofolio
3)      Nilai Proyek
c.    Penilaian Keterampilan dilakukan pada setiap akhir menyelesaikan satu KD.
d.   Penentuan Nilai untuk Kompetensi Keterampilan menggunakan rentang nilai seperti penilaian Pengetahuan pada tabel 2
e.    Penghitungan Nilai Kompetensi Keterampilan adalah dengan cara:
1)        Menetapkan pembobotan dan rumus penghitungan
2)        Menggunakan skala nilai 0 sd 100.
3)         Pembobotan ditetapkan oleh Satuan Pendidikan dengan mempertimbangkan karakteristik sekolah dan peserta didik.
4)         Nilai Praktik disarankan diberi bobot lebih besar dari pada Nilai Portofolio dan Proyek karena lebih mencerminkan proses perkembangan pencapaian kompetensi peserta didik.

Jumlah Nilai (Praktik, Portofolio, Projek)  x 4
Jumlah nilai maksimal
 
 


5)         Rumus:


6)         Contoh Penghitungan
 Pembobotan  2 : 1 : 1 untuk Nilai Praktik : Nilai Portofolio : Nilai Proyek (jumlah perbandingan pembobotan = 4
                    Siswa A memperoleh nilai pada Mata Pelajaran Agama dan Budi    pekerti sebagai berikut :
        Nilai Praktik                =  80
        Nilai Portofolio           =  75
        Nilai Proyek                =  80
       Nilai Rapor                 = (2x800 + (1x75) + (1x80) X 4
                                                                    400
                                            = (160+75+80)  X 4
                                                        400
        Nilai Rapor                  = (315:400) X 4
        Nilai Konversi             = 3,15 = B+
       Deskripsi                   =  sudah baik dalam mengerjakan praktik dan            proyek, namun masih perlu ditingkatkan kedisiplinan merapikan tugas-  tugas dalam satu portofolio.

3.         Penilaian Sikap
a.    Penilaian Sikap (spiritual dan sosial) dilakukan oleh Guru Mata Pelajaran (Pendidik)
b.   Penilaian Sikap diperoleh menggunakan instrumen:
1)         Penilaian observasi        
2)         Penilaian diri sendiri
3)         Penilaian antar peserta didik
4)         Jurnal catatan guru
c.       Nilai Observasi diperoleh dari hasil Pengamatan terhadap Proses sikap tertentu pada sepanjang proses  pembelajaran satu Kompetensi Dasar (KD)
d.      Untuk penilaian Sikap Spiritual dan Sosial (KI-1danKI-2) menggunakan nilai Kualitatif seperti pada tabel 3 sebagai berikut:

e.       Tabel 3 : Rentang Nilai Kompetensi Sikap
No.
Nilai
Predikat
Nilai Sikap
1
0,00   ˂    Nilai    ≤      1,00
D

KURANG
2
1,00   ˂    Nilai    ≤     1,33
D+
3
1,33   ˂    Nilai    ≤     1,66
C-.

CUKUP
4
1,66   ˂    Nilai    ≤     2,00
C
5
2,00   ˂    Nilai    ≤     2,33
C+
6
2,33   ˂    Nilai    ≤     2,66
B-

BAIK
7
2,66   ˂    Nilai    ≤     3,00
B
8
3,00   ˂    Nilai    ≤     3,33
B+
9
3,33   ˂    Nilai    ≤     3,66
A-
SANGAT BAIK
10
3,66   ˂    Nilai    ≤     4,00
A

f.        Penghitungan Nilai Sikap adalah dengan cara :
1)     menentukan Skala penilaian sikap dibuat dengan rentang antara 1 - 4, contoh :
1.     = sangat kurang;
2.     = kurang konsisten;
3.     = mulai konsisten;
4.     = konsisten;

2)     Menetapkan pembobotan dan rumus penghitungan
3)      Pembobotan ditetapkan oleh Satuan Pendidikan dengan mempertimbangkan karakteristik sekolah dan peserta didik
4)      Nilai Proses atau Nilai Observasi disarankan diberi bobot lebih besar dari pada Penilaian Diri Sendiri, Nilai Antarteman, dan Nilai Jurnal Guru karena lebih lebih mencerminkan proses perkembangan perilaku peserta didik yang otentik.
5)      Contoh : Pembobotan  2 : 1 : 1 : 1 untuk Nilai Observasi : Nilai Penilaian Diri Sendiri : Nilai Antarteman : Nilai Jurnal Guru (jumlah perbandingan pembobotan = 5.
6)      Rumus penghitungan:

Jumlah nilai (Observasi,diri sendiri,antar teman,jurnal)
-------------------------------------------------------------------- x 4
        Jumlah Nilai maksimal

 
 





     
Siswa A dalam mata pelajaran Agama dan Budi Pekerti memperoleh :
      Nilai Observasi                  =  4
      Nilai diri sendiri                =  3
      Nilai antarpeserta didik     =  3
      Nilai Jurnal                        =  4
      Nilai Rapor            = {(2x4)+(1x3)+(1x3)+(1x4)} : 20 x 4                     
                                    = (18:20) x 4 = 3, 6
      Nilai Konversi       = 3,6Sangat Baik
           Deskripsi                       = Memiliki sikap Sangat Baik selama dalam proses pembelajaran,.



No comments:

Post a Comment