Sunday, January 6, 2013

KTSP SMK


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

SMK al-KHOZINI terletak di wilayah Kabupaten Malang,  yaitu 20 Km sebelah selatan Kota Malang, di jalan Sumber Ilmu 127, Desa Ganjaran Kecamatan Gondanglegi. SMK al-KHOZINI  merupakan sekolah swasta di bawah Yayasan  KH.  Yahya Shyabrowi  dan berdiri sejak tahun 1989, luas lahan 12.000 m²,  jumlah rombel 10  kelas semua masuk pagi. Kurikulum berbasis kompetensi, yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Kompetensi Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan,dan  Multimedia, dengan metode pembalajaran aktif, berbasis IT dan melaksakan pembelajaran sistem ganda yaitu pembelajaran di sekolah dan pembelajaran di Dunia Usaha/Dunia Industri.  Jumlah tenaga kependidikan staf TU 06 orang, guru 21 orang dengan klasifikasi S1. Pekerjaan orang tua 60% petani dan pegawai swasta, selebihnya pegawai negeri dan wirausaha. Lingkungan sekolah jadi satu dengan pondok pesantren Raudlatul Ulum 01. Jarak antar sekolah terdekat 500 m dan jarak sekolah terhadap Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Malang sejauh 11 km.
Kurikulum SMK al-KHOZINI merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenahi tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan SMK al-KHOZINI. Dalam pelaksanaan Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan (KTSP), Kementrian Pendidikan Nasional telah menetapkan kerangka dasar yang meliputi Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Standar Kompetensi (SK), dan Kompetensi Dasar (KD). KTSP merupakan kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. KTSP SMK al-KHOZINI terdiri dari tujuan pendidikan, strutur dan muatan kurikulum, kalender pendidikan dan silabus. Pengembangan berdasarkan kontektual kebutuhan Industri/Dunia Usaha, perkembangan Ilmu Pengetahuan, potensi daerah/karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat Kabupaten Malang, dan peserta didik SMK al-KHOZINI.
Pemberlakuan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah menuntut pelaksanaan otonomi daerah dan wawasan demokrasi dalam penyelenggaraan pendidikan. Pengelolaan pendidikan yang semula bersifat sentralistik berubah menjadi desentralistik. Desentralisasi pengelolaan pendidikan dengan diberikannya wewenang kepada satuan pendidikan untuk menyusun kurikulumnya mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yaitu Pasal 3 tentang fungsi dan tujuan pendidikan nasional dan Pasal 35 mengenai standar nasional pendidikan.
Desentralisasi pengelolaan pendidikan yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan kondisi daerah harus segera dilaksanakan. Bentuk nyata desentralisasi pengelolaan pendidikan adalah diberikannya kewenangan kepada satuan pendidikan untuk mengambil keputusan berkenaan dengan pengelolaan pendidikan, seperti dalam pengelolaan kurikulum, baik dalam penyusunan maupun pelaksanaannya di satuan pendidikan.
Satuan pendidikan merupakan pusat pengembangan budaya. Pada era global penguasaan bahasa dan teknologi informasi komunikasi menjadi modal untuk menjawab tantangan jaman, tetapi tetap pada karakter bangsa. Kurikulum SMK al-KHOZINI ini mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa sebagai satu kesatuan kegiatan pendidikan yang terjadi di sekolah yang melingkupi dan terintegrasi dalam seluruh kegiatan sebagai budaya sekolah.

B. Landasan

a. Landasan Filosofis


b. Landasan Yuridis


C. Tujuan Pengembangan Kurikulum







No comments:

Post a Comment