Friday, December 14, 2012

Ham dan Perlindungan Islam


1.     PENDAHULUAN
Rangkuman dari berbagai karya orang:
1.1  Latar Belakang
Dalam kehidupan di dunia ini manusia mempunyai kewajiban dan hak yang harus dipenuhi oleh sesama manusia. Hak Asasi Manusia adalah hak yang dasar dimiliki manusia sejak manusia itu dilahirkan. Hak Aasi dapat dirumuskan sebagai hak yang melekat dengan kodrat kita sebagai manusia yang bila tidak ada hak tersebut, mustahil kita dapat hidup sebagai manusia. 
Hak ini dimiliki oleh manusia semata – mata karena ia manusia, bukan karena pemberian masyarakat atau pemberian negara. Maka hak asasi manusia itu tidak tergantung dari pengakuan manusia lain, masyarakat lain, atau Negara lain. Hak asasi diperoleh manusia dari Penciptanya, yaitu Allah SWT dan merupakan hak yang tidak dapat diabaikan.
Sebagai manusia, ia makhluk Tuhan yang mempunyai martabat yang tinggi. Hak asasi manusia ada dan melekat pada setiap manusia. Oleh karena itu, bersifat universal, artinya berlaku di mana saja dan untuk siapa saja dan tidak dapat diambil oleh siapapun. Hak ini dibutuhkan manusia selain untuk melindungi diri dan martabat kemanusiaanya juga digunakan sebagai landasan moral dalam bergaul atau berhubungan dengan sesama manusia.
Pada setiap hak melekat kewajiban. Karena itu,selain ada hak asasi manusia, ada juga kewajiban asasi manusia, yaitu kewajiban yang harus dilaksanakan demi terlaksana atau tegaknya hak asasi manusia (HAM). Dalam menggunakan Hak Asasi Manusia, kita wajib untuk memperhatikan, menghormati, dan menghargai hak asasi yang juga dimiliki oleh orang lain.
Kesadaran akan hak asasi manusia , harga diri , harkat dan martabat kemanusiaannya, diawali sejak manusia ada di muka bumi. Hal itu disebabkan oleh hak – hak kemanusiaan yang sudah ada sejak manusia itu dilahirkan dan merupakan hak kodrati yang melekat pada diri manusia. Sejarah mencatat berbagai peristiwa besar di dunia ini sebagai suatu usaha untuk menegakkan hak asasi manusia. http://emperordeva.wordpress.com/about/sejarah-hak-asasi-manusia/,
Sait ini Hak Asasi Manusia menjadi pembicaraan internasional dan nasional dan seakan-akan menjadi lagu wajib yang di ucapkan golongan bawah, menengah baihkan kalangan atas. Islam lahir menjadi Rahmat bagi sesua manusia sehingga menghargai dan memberi kebebasan bagi semua kalangan salah satu ajaranya.
Kalau kita melihat agama islam sejak lahirnya 15 abat ayang lalu telah menghadirkan dasar-dasar Ham seperti: persamaan, kemerdekaan (kebebasan), kebenaran dan keadilan, jauh sebelum munculnya Universal Decclsrstion of Human Rights pada tanggal 10 Desember 1048. Akan tetapi islam dan ajaranya, khusunya mengenahi Ham, masih dirasakan asing- bahkan dibumi sendiri.
Kalu kita lihat dari lahirnya islam yang menjadi rahmad dan islam dengan ajaranya telah menjunjung Hak asi Manusia, namun bayak masyarakat dunia khususnya indonesia belumsepenuhnya menjunjung dan memberi kebesan seutunya, seperti kebebasan berpolitik dan memilih partai. Abull Wahid Dkk (2001:47).
Kini kita mempunyai tantangan, tidak saja membela, tetapi juga memajukan hak asasi tiap orang: mengubahnya dari sekadar komitmen moral menjadi komitmen hukum dan pergaulan sehari-hari. Untuk itu, diperlukan langkah-langkah atau rencana guna memajukan kesadaran bahwa tiap orang mempunyai hak dan martabat yang sama dan pentingnya menekankan pergaulan satu sama lain sebagai bagian keluarga umat manusia.
Dari semua penjelasan di atas tentunya kita bertanya, mengetahui dan memahami hak dan perlindungan yang ada dalam agam Islam. Kalau kita mengetahui dan memahami kita bisa paham dan menjaga hak dan perlindungan yang bagaimana yang harus kita jalani.
Penulis membuat beberapa rumusan masalah yang ingin di bahas dan diterangkan dalam tulisanya sebegai berikut:
1.2                Rumusan
1.2.1        Mengapa ajaran islam menjunjung Hak Asasi Manusia dan Perlindungan Islam?
1.2.2        Hak Asasi dan Perlindungan Apa saja yang harus dijaga orang Islam?
1.3              Tujuan
1.3.1        Mengetahui   ajaran islam menjunjung Hak Asasi Manusia dan Perlindungan Islam
1.3.2        Mengetahui dan memahami Hak Asasi Apa saja dan Perlindungan yang harus di jaga orang Islam

2.     PEMBAHASAN
2.1.1        Pengertian
2.1.1.1  Hak Asasi Manusia dan Pelindungan Islam
HAM adalah hak-hak yang telah dipunyai seseorang sejak ia dalam kandungan. HAM berlaku secara universal. Dasar-dasar HAM tertuang dalam deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat (Declaration of Independence of USA) dan tercantum dalam UUD 1945 Republik Indonesia, seperti pada pasal 27 ayat 1, pasal 28, pasal 29 ayat 2, pasal 30 ayat 1, dan pasal 31 ayat 1. http://id.wikipedia.org/wiki/Hak_asasi_manusia.
Hak Asasi Manusia dalam Islam berbeda dengan hak asasi menurut pengertian yang umum dikenal. Sebab seluruh hak merupakan kewajiban bagi negara maupun individu yang tidak boleh diabaikan. Rasulullah saw pernah bersabda: “Sesungguhnya darahmu, hartamu dan kehormatanmu haram atas kamu.” (HR. Bukhari dan Muslim). Maka negara bukan saja menahan diri dari menyentuh hak-hak asasi ini, melainkan mempunyai kewajiban memberikan dan menjamin hak-hak ini. http://zubarman.wordpress.com/2012/06/27/ham-perlindungan-islam/.
2.1.1.2  Dasar-dasar Agama Islam dalam Menjunjung Hak Asasi Mnusia dan Perlindungan Islam
a.                  Islam adalah Agama Tauhid
Islam adalah agama tauhid dan akan memberikan hak manusia sepenunya ketika hambanya memenuhi kewajiabannya. Nabi Muhammad bersabada pada Muadz  bahwa Allah Swt tidak akan mrngadab hamba-hambanya jika sudah memenuhi kewajiabannya yaitu mengabdikan dirinya secara penuh, tampa sikap mendua dalam pengabdiannya.
Dalam  agama islam semua hak  akan diberikan haknya apabila hambanya sudah memmenuhi kewajibannya, dan Allah maha adil bagi hambanya dan tidak akan ikar janji.
Semua ajaran islam perintah dan larangan bersumber dari Allah SWT, bukannya dari deklarasi dan statement-statement. Ajaran tersebut bersifat syar’I. dan perintah tersebut dilaksanakan oleh kesadaran nurani yang mendalam sebagai seorang muslim, sebagai amal shalih, atas manifestasinya terhadap Allah SWT.
b.                  Islam Adalah Agama fitrah.
Islam agama fitrah, diciptakannya sesuai dengan fitrah manusia. Manusia lahir sudah mempunyai hak yang wajib dipenuhi oleh oaring lain
c.                  Ajaran-ajaran islam bersifat universal
AL-qur’an surat 21/al-anbiya ayat 107: “ dan tiadakah kami putuskan kamu melainkan menjadi rahmat bagi semesta alam.” Universal ajaran islam menimbulkan kosmopolitalisme islam pada pemeluknya.
Dalam kata rahmat sangat luas pengertianya, ada yang menafsirkat bahwa agama islam menjadi penyelamat dan berkah bagi semua mahluk termasuk manusia.
d.                 Keragaman Budaya Dan Lingkungan.
Meski universlisme dan ajaran-ajaran islam bersifat universal, namun islam tidak menghapus nasionalisme. Bahkan “cinta tanah air” diyakini sebagian dari iman. Keragaman budaya dan lingkungan diakui oleh islam, bahkan dianggap sebagai hal yang fitrah.
e.                  Terpeliharanya al-adalah (keadilan)
Negara dan dunia harus ditegakkan dan harus tercipta suatu ketenagan dalam masyarakat dan salah satauanaya dengan menciptakan sebuah keadilan baik pada yang miskin atau yang kaya dan tidak memandany siapa dimana .
f.                   Terpeliharanya keseimbangan
Keseimbangan ini merupakan asas Islam karna islama mengakui kepentingan msing-msing individu dan kepentingan orang banyak. Dari dua kepentingan itu harus ada tidak menggagngu dan merusak keseimbangan masyarakat. Abull Wahid Dkk (2001:47-51).
2.1.1.3  Macam-macam Hak Asasi Manusia
Para ahli fiqih (fuqaha) menyimpulkan bahwa hukum-hukum dalam syariat Islam semuanya berkisar pada penjagaan lima perkara besar yang sangat vital bagi kehidupan manusia, yaitu:
1.             Menjaga agama
Menjaga agama berarti kita harus menjaga baik agama kita, ajaran-ajaran yang ada di dalam kita wajib menjalankannya.
Agama oleh sebagian banyak orang dipandang sedemikian penting bagi kehidupan. Oleh karena itu seseorang yang telah memilih atau menentukan agamanya, maka akan merasa berkewajiban untuk menjaga dan membelanya. Agama menyangkut hal yang bersifat lahiriyah maupun yang bersifat batiniyah.
Agama yang berada pada paling dalam adalah imam. Ia berada pada bagian yang paling dalam dari kehidupan seseorang. Keimanan tidak tampak, kecuali gejala-gejalanya saja. Seseorang yang kuat imannya misalnya, sekalipun dalam keadaan dingin dan capek di pagi hari, segera bangkit dari tidurnya, kemudian mengambil air wudhu dan selanjutnya berangkat memenuhi panggilan adzan dari masjid untuk sholat berjama
ah. 
http://www.imamsuprayogo.com/viewd_artikel.php?pg=720
2.             Menjaga jiwa (nyawa)
Rasulullah n bersabda dalam hadits Ibnu Mas’ud z:
لَيْسَ مِنْ نَفْسٍ تُقْتَلُ ظُلْمًا إِلَّا كَانَ عَلَى ابْنِ آدَمَ الْأَوَّلِ كِفْلٌ مِنْ دَمِهَا لِأَنَّهُ أَوَّلُ مَنْ سَنَّ الْقَتْلَ
“Tidak ada jiwa yang terbunuh dengan cara yang zalim (tidak dibenarkan syariat) kecuali atas anak Adam yang pertama (mendapatkan) bagian tanggungan (dosa) dari darah orang yang terbunuh tersebut. Karena dia (anak Adam) adalah orang yang pertama kali mencontohkan pembunuhan (dengan cara yang tidak benar).” (HR. Al-Bukhari, Kitabul Anbiya` 1, Kitab Ad-Diyat 2, Kitabul I’tisham 15; Muslim, Kitabul Qasamah 27; At-Tirmidzi, Kitabul ‘Ilm 14; An-Nasa`i, Bab At-Tahrim 1; Ibnu Majah, Kitab Ad-Diyat, 1; Ahmad bin Hanbal, juz 1 hal. 383, 430, 433)
Yang ingin kita tonjolkan di sini adalah bahwa hukum Islam adalah hukum yang adil. Tidak membedakan ras, bangsa, martabat atau status sosial. Siapa yang melanggar maka ia akan ditindak tegas. Maka siapa yang membunuh dengan cara yang tidak benar, ia akan mendapatkan hukuman. Dan siapa yang dizalimi, dia akan dibela. Allah l menyatakan:
“Dan tidak layak bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja).” (An-Nisa`: 92).
Nabi Bersabda
مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا فِي غَيْرِ كُنْهِهِ حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ
“Siapa yang membunuh orang kafir mu’ahad (yang memiliki perjanjian damai) pada selain waktu yang diperbolehkan membunuhnya (yaitu ketika di luar perjanjian), Allah haramkan surga baginya (pembunuh tersebut).” (HR. Ahmad dalam Musnad-nya, juz 5/36, 38,50,51,52; Ibnu Majah, Kitabud Diyat 32, dari Abu Bakrah z)
Maka ayat ini mengisyaratkan bahwa pembunuhan hanya diperbolehkan ketika ada sebab yang mengharuskannya. Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa’di t mengatakan: “Dan ayat ini menunjukkan bahwa pembunuhan itu diperbolehkan dengan salah satu di antara dua sebab, yaitu membunuh jiwa dengan sengaja dengan cara yang tidak dibenarkan agama, maka orang tersebut boleh dibunuh apabila dia mukallaf (baligh dan berakal) dan setingkat, serta bukan ayah dari yang terbunuh. Yang kedua, dia membuat kerusakan di bumi dengan merusak agama atau jiwa atau harta manusia, seperti orang-orang kafir yang murtad dan menyerang, serta para penyeru bid’ah yang tidak bisa ditangkal kejelekannya kecuali dengan dibunuh. Demikian juga para perampok di jalan dan sejenis mereka, dari orang-orang yang mengacaukan manusia dengan membunuh atau mengambil harta mereka.” (Tafsir As-Sa’di, hal. 252, cet. Darus Salam)
3.                  Menjaga harta
Menjaga harta berarti menjaga kehidupan. Kelalaian dalam menjaga harta adalah pangkal dari seluruh kerusakan dalam hidup. Pintar dalam mengelola harta berarti pintar dalam mengelola hidup. Semakin cakap seseorang mengatur hartanya, maka kebaikan demi kebaikan akan semakin banyak diraihnya. Itu karena potensi harta begitu besar dalam mendatangkan beragam kemanfaatan dan maslahat, baik di dunia ataupun di akhirat. Begitu pula sebaliknya, harta memiliki potensi yang sangat kuat untuk mendorong manusia melakukan perbuatan-perbuatan maksiat, dosa, pelangggaran dan kerusakan yang sangat merugikan.
4.                  Menjaga kehormatan (harga diri)
Haramnya saling berbuat hasad, menipu, menjual di atas penjualan orang lain, dan demikian pula membeli di atas pembelian orang lain. Dan segala yang dapat menyebabkan permusuhan dan kebencian di antara sesama kaum muslimin.
Larangan melakukan sebab-sebab yang dapat menimbulkan kebencian. Demikian pula segala sesuatu yang dapat menimbulkan pemutusan hubungan dan pemboikotan di antara sesama kaum muslimin.
Anjuran kepada seluruh kaum muslimin agar mereka saling memiliki rasa persaudaraan dan saling menyayangi dan mencintai.
Persaudaraan di antara kaum muslimin, konsekwensi dan realisasinya adalah memberikan segala bentuk kebaikan, dan menghalangi mereka dari segala bentuk mara bahaya yang dapat menimpa mereka.
Haram atas setiap muslim untuk menzhalimi, mengacuhkan, merendahkan, dan berkata dusta kepada saudaranya.
Bahayanya merendahkan, menghina, dan mencemooh seorang muslim. Dan perbuatan ini cukup sebagai bukti akan buruknya pelaku hal tersebut, walaupun ia tidak memiliki sifat buruk selainnya. http://salafiyunpad.wordpress.com/2012/03/06/menjaga-kehormatan-sesama-muslim/
5.                  Menjaga akal
Supaya akal kita tetap terjaga dengan baik, maka hendaknya kita mengetahui nilai-nilai yang terdapat pada Al-Quran, dan memahami hukum-hukum dalam Islam serta mengamalkan hukum tersebut di dalam kehidupan sehari-hari. Manakala kita tidak mau memahami dan enggan melaksanakan, maka kita telah menyia-nyiakan akal.Secara umum, ada 9 (sembilan) cara untuk menjaga akal, yakni:
1.     Mentauhidkan Allah subhanahu wa ta’ala
2.     Mengagungkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam
3.     Menjadikan syaithan sebagai musuh
4.     Mengambil pengajaran dari permisalan dalam Al-Quran
5.     Senantiasa memperhatikan tanda-tanda kekuasaan Allah
6.     Menjalankan petunjuk Allah
7.     Memahami karunia Allah
8.     Menyadari azab Allah
9.     Serta Memahami dan mengamalkan hukum-hukum yang terdapat di dalam Islam.
http://www.tafaqquhstreaming.com/menjaga-akal/
2.1.2        Latar belakang
Dari segi padanagn Islam Hak Asasi mempeunyai pengertian yang agak beda dengan Ham yang kita tahu dan juaga dalam Islam . Kewajiban orang Islam sumbernya dari Allah. Dalam Alqur’an maupaun Hadist banyak yang hal yang harus dilaksanakan oleh hambnya dan hak apa yang nanti akan diterima hambanya ketika sudah memenuhi kewajiabannya dengan baik. Maka dari itu uraian di atas sedikit gambaran ajaran Islam yang menerangkan tentang Ham dan perlindunganya.

3.     KESIMPULAN
Islam dalah agama yang sangat sepurna baik dalam urusan ibadah maupun urusan bermsyarakat telah di atur dalam islam, seperti halnaya Ham dan perlindungan islam. Islam mengatur baik dalam mayrarakat yang tujuanya memberikan segala haknya ketika telah menjalankan kewajiban dan Allah Swt tidak akan mengingkari hambanya biala mereka telah melaksanakan kewajiban dengan baik.


No comments:

Post a Comment